087784366636 IZAL@FLACO.ID
Profil Gitaris Classic Fingerstyle

ANDRE INDRAWAN HALIM 

Lahir di Bandung. Belajar pada gitaris Belanda Jos Bredie, John Legoh, Iqbal Thahir dan Iwan Irawan. Masuk Akademi Musik Indonesia (sekarang Jurusan Musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta) pada tahun 1981 lulus pada tahun 1986. Tahun 1994 menyelesaikan studi Master dalam bidang ilmu-ilmu Humaniora dengan minat kajian etnomusikologi di UGM dengan predikat Cum-Laude. Tahun 2000 mendapat gelar Master of Music di bidang teaching and performance dari The University of Melbourne Australia. Tahun 1997 Meraih kualifikasi performance tertinggi di bidang gitar klasik dari Yamaha Music Foundation dan diploma Licentiate in Music Australia (LMusA) dari AMEB. Prestasinya antara lain juara 1 kompetisi gitar klasik se-Jawa Barat (1976), Festival Gitar Indonesia di Jakarta (1977 dan 1995), Surabaya (1978) dan 2nd South East asian Guitar Festival di Bangkok Thailand (1978). Debutnya pertama dilakukan di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Andre merupakan gitaris Indonesia pertama yang menampilkan Concierto de Aranjuez bersama Nusantara Chamber Orchestra di Hotel Hilton Jakarta tahun 1991. Tahun 1999 pernah menampilkan recitalnya di Gryphon Gallery dan Melba Hall, The University of Melbourne. Tahun 1996 bersama Rahmat Raharjo membentuk Yogyakarta Guitar Duo.

RAHMAT RAHARJO

Lahir di Ambon tahun 1974. Belajar gitar klasik sejak usia 12 tahun di YMI Yogyakarta. Guru gitar pertamanya adalah M. Nasrun. Setamat SMA belajar pada Andre Indrawan di Institut Seni Indonesia dengan minat utama musikologi. Tahun 1999 memperoleh diploma Licentiate in Music Australia dari Australian Music Examination Boards (AMEB). Karena menang pada Spanish Guitar Awards tahun 2001 Rahmat mendapat beasiswa untuk belajar gitar pada Josep Henriquez di Granollers Conservatory of Music, Barcelona, Spanyol. Beberapa kali menjadi solis dari ISI Symphony Orchestra. Bersama Anton Asmonodento, Dhany Soesanto dan Setyobudi R. Situmorang membentuk Jawadwipa Guitar Ensemble. Bersama Andre Indrawan membentuk Yogyakarta Guitar Duo. Prestasinya antara lain tiga kali Grand Prize (1992, 1996, 1999) pada Festival Gitar Indonesia dan empat kali juara 2 pada fesival yang sama (1990, 1994, 1995, dan 1997). Juara 1 Spanish Guitar Awards tahun 2001 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

JUBING KRISTIANTO 

Lahir di Semarang 9 April 1966. Belajar gitar pertama dari orang tuanya. Usia 15 tahun belajar pada Hartono Lukito. Menjadi juara Festival Gitar Yamaha Indonesia sebanyak 4 kali (1987, 1992, 1994, dan 1995). Meraih Distinguished Award Yamaha South East Asian Guitar Festival 1984 di Hongkong. Jubing lulusan dari Universitas Indonesia Jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelum memutuskan menjadi gitaris profesional pada bulan Juli 2003, Jubing bekerja sebagai reporter dan editor Tabloid NOVA. Sebelumnya, tahun 2001 Jubing ikut mendirikan kelompok Gitaris Kantoran. Kini Jubing adalah pengajar dan penguji gitar di YMI.

IWAN TANZIL 

Lahir tahun 1963. Tanzil mulai bermain gitar pada umur 14 tahun. Guru-gurunya di Indonesia antara lain Johny Legoh dan Rainer Wildt. Selesai SMA tahun 1983, Tanzil melanjutkan studi musik di Hochschule der Kuenste Berlin ( Sekolah Tinggi Seni Berlin) di bawah bimbingan Mariangeles Sanchez Benimeli (murid Andres Segovia dan Emilio Pujol), kemudian pada Prof. Martin Rennert. Selama belajar Tanzil aktif mengikuti Master Class dari gitaris-gitaris top dunia antara lain Javier Hinojosa (Spesialis musik Renaisans dan Barok) Vladimir Mikulka, Angelo Gilardino, Roberto Aussell, dan Manuel Barrueco. Tahun 1988 Tanzil menyelesaikan studinya di bidang Concert guitar dan melanjutkannya ke jenjang “Kuenstlerische Reifeprüfung” (Ujian kematangan seorang artis / Concert Diploma) yang diselesaikan tahun 1991. Keduanya lulus dengan pujian (with Honour). Tahun 1989 dalam usia 26 tahun Tanzil menjuarai kompetisi gitar international Concorso Internazionale La Conquista della Chitarra Classica di Milano, Italia. Sejak itu Tanzil aktif konser berkeliling Jerman, Polandia, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Jerman dan juga Indonesia.

Di konsernya Tanzil juga memainkan musik Renaisans dan Barok dengan menggunakan instrumen aslinya seperti vihuela dan gitar Barok/Renaisans. Tanzil telah membuat 5 CD di antaranya album karya komplet Heitor Villa-lobos. Pujian untuk konser dan rekamannya mengalir dari dari majalah Gitarre und Laute (Jerman dan edisi Jepang), Classical Guitar London (Inggris), Les Cahier de la Musigue (Perancis), Guitar Aktuel (Jerman), Seicorde (Italia) juga dari berbagai kritikus musik di surat-surat kabar di banyak negara Eropa, Afrika, dan Asia.

Sebagai gitaris konser, Tanzil bekerja sama dengan banyak komposer terkenal seperti : Nikita Koshkin (Rusia), Bredemeyer , Von Schweinitz, Stahmer (Jerman ), Carlo Domeniconi (Italia), Jaime M. Zenamon (Brazil), Il Ryun Chung (Korea) dan masih banyak lagi. Dari kerja sama ini lahir berbagai karya untuk gitar yang khusus ditulis (dedication) untuknya. Tanzil juga menjabat sebagai editor di perusahaan penerbitan musik terkemuka Edition Margaux / Verlag Neue Musik (Berlin), AMA Verlag (Brühl) dan Musik Verlag Vogt und Fritz (Schweinfurt).

ROYKE BOBBY KOAPAHA

Belajar gitar usia 12 tahun pada Ance Pareira, Iwan Irawan lalu J.A.W Bredie. Juara Yamaha Festival Gitar Indonesia Senior tahun 1979. Juara Yamaha South East Asian Guitar Festival di Hongkong tahun 1979 dan tahun 1980 di Singapura. Royke merupakan komposer, illustrator musik film, arranger segala jenis musik, pemain gitar dan dosen di ISI Yogyakarta.

IQBAL THAHIR

Iqbal Thahir mengenal musik sejak usia 14 tahun lewat guru musik Abu Bakar dan tahun 1972 belajar kepada Danny Tumiwa. Sejak 1973 sampai dengan 1977 mengajar gitar di Bandung, dalam periode tersebut Iqbal mendirikan Ikatan Gitaris Indonesia, Bandung. Melalui beasiswa dari pemerintah Perancis Iqbal Thahir menyelesaikan pendidikannya di Conservatoire Nationale De Region De Boulogne Billancourt, juga menyelesaikan tingkat perfectionement di sekolah yang sama Tingkat superieur pada Conservatoire Eropean. 2 prix untuk tingkat superieur pada Conservatoire de Juvisy. Belajar kepada sejumlah musisi internasional antara lain : 

Jose Maria Fortuny Sierra, Carel Harm, Oscar Caceres, Ichiro Suzuki, Yves Chatelain, Jean Pierre jumez, Alexander Lagoya, Abel Carlevaro, Antonio Lauro dan pianis Anne Brubach.

Selain menjadi kolumnis tetap dan redaktur musik, Iqbal juga menulis di sejumlah media lainnya, selain mengajar dan mengurus sekolah musik. Bukunya yang telah diterbitkan adalah Metode Gitar Klasik Modern oleh PT. Nuansa Bening Cipta, Metode Dasar Gitar Klasik 1 oleh PT. Gramedia, Iqbal Thahir’s Guitar Method Vol.1 ; Iqbal Thahir’s Guitar Technique ; Iqbal Thahir’s Piano Method ; Iqbal Thahir’s Piano Technique ; Iqbal Thahir’s Solfege Vol.1, 2, 3, 4 ; Musik Untuk Anak Vol.1 dan 2, keseluruhannya diterbitkan oleh PT. Konsertis Indonesia.

BENNY M. TANTO 

Gitaris klasik Indonesia yang pernah mengikuti kompetisi gitar untuk benua Amerika, Guitar Foundation of Amerika, GFA (http://www.guitarfoundation.org) pada solo Guitar Competition pada tahun 1989 dan masuk dalam 15 besar bersama dengan Gitaris No.1 Polandia, Crystof Pellech. Selesai memperoleh gelar S2 gitar dari Amerika, disamping sebagai dosen tetap di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang dan IKJ Jakarta, Benny juga mengajar pada sekolah musik YPM dan menjadi dosen penguji gitar pada beberapa sekolah musik di Jakarta. Masterclass dari gitaris-gitaris dunia yang pernah diikuti antara lain adalah : John Williams, Julian Bream, Pepe Romero, David Russel, Carlos Barbosa Lima, Roland Dyens, Sergio Assad, Manuel Barrueco, dll.