Izal Flaco

Arranger | Guitar Coach | Musician

Experience

2012 - 2013

Guitarist

Perform solo guitar untuk acara dari berbagai Kedutaan Besar Negara Amerika Latin 

Perform di Cafe Bierro, Jakarta Barat

Perform di Hotel Narita, Tangerang

2012 - 2019

Guitar Coach

Gilang Ramadhan Studio Band (Dec’12 – Nov’13)

Willy Soemantri Music School (Nov’12 – Aug’15)

Kingdom School (Sep’13 – Feb’14)

The Sanggar Music (Sep’13 – Oct’15)

Yayasan Musik Indonesia (Jun’15 – Feb’17)

Modern Kawai Music School (Nov’16 – Feb’17)

Wishing Star Academy (Nov’16 – Feb’17)

International Brain Academy (Oct’13 – Dec’17)

Piano Hen (Nov’17 – Sep’18)

FLACOUSTIC (Jan’12 – Now)

About me

Saya adalah seorang yang memiliki ketertarikan dengan dunia seni, baik itu seni musik, seni grafis dan seni sulap. Menjadi seorang yang berkompeten pada ketertarikan yang saya sebutkan tadi adalah impian saya. Saat ini saya lebih banyak bekerja dalam dunia seni musik dengan tidak mengesampingkan ketertarikan saya yang lain untuk terus mempelajarinya sampai expert.

Skills

Arranger 86%
Digital Marketer 74%
Music Production 68%
Guitarist (Fingerstyle) 97%
Guitar Coach 89%

Contact

Izal Flaco merupakan seorang founder dari Flacoustic sejak tahun 2012, lebih tepatnya 28 Januari 2012. Dan sekarang sudah berstatus CV. FLACO dengan brand Flaco & Flacoustic. Beliau memulai belajar gitar saat kelas 3 SMK melalui temannya dan setelah itu mulai rutin mengikuti les gitar dari tahun 2006 dan di tahun 2008 beliau berkeinginan masuk ke ISI Yogyakarta, tapi saat itu beliau belum lolos audisi dan harus vakum selama 1 tahun mengikuti private dengan beberapa dosen gitar di ISI Yogyakarta dan Tahun 2009 beliau mulai di terima sebagai mahasiswa di Institut Seni Indonesia dengan Mayor Classical Guitar.

Di akhir tahun 2010 beliau meninggalkan kuliah dan pindah ke jakarta untuk belajar gitar secara non formal di berbagai sekolah musik salah satunya di Konservatori Musik Iqbal Thahir. Selain classic beliau belajar non classic juga, Tapi semenjak tahun 2008 sampai tahun 2012 beliau fokus di bidang gitar klasik saja dan sempat mengikuti ujian dari Anzca (Australian and New Zealand Cultural Arts Limited ) bahkan sempat berkeinginan menjadi gitaris klasik. Dikarenakan saat belajar hanya mempelajari repertoar lagu klasik.

Tapi semenjak beliau terjun di masyarakat harapan itu menjadi pudar karena beliau lebih menyukai menjadi gitaris fingerstyle. Beliau lebih enjoy untuk jenis style ini, melalui style ini beliau biasa gunakan untuk kegiatan mengajar dan performance.

Di tahun 2015 bulan september beliau mulai mengajar di Yamaha Musik Indonesia dan sempat mengikuti Upgrading Guitar Course. Di samping itu beliau juga aktif memberikan jasa les gitar. Mulai tahun 2016 beliau mulai tertarik di bidang Music Production, Mixing Engineer tapi tetap fokus sebagai gitaris fingertyle. Mulai tahun 2017 beliau berencana fokus mengurus flacoustic dan hanya mengajar gitar di flacoustic saja dan tahun 2019 beliau secara perlahan mulai berencana untuk berhenti mengajar untuk program reguler.

Please click here for more information

Chat With Me On WhatsApp